Kamis, 03 Mei 2012

FEELing

Sering saya mendapat perasaan-perasaaan aneh, sepertinya itu yang orang sebut firasat. Saya tidak tahu berawal darimana dan bagaimana bisa menghentikannya. Yang saya tahu, firasat itu memberitahu saya suatu hal yang berhubungan erat dengan saya. Saya hanya diberitahu lewat rasa, itu saja. Saya tidak bisa menghentikan, saya tidak bisa memutar waktu atau menghalang-halangi. Bahkan sering saya tidak bisa menentukan 'tema' apa yang sedang diberikan lewat firasat yang saya terima.

Teman saya Trisetya, dia bilang saya manusia setengah dukun. Waw, kalau saya boleh memilih, lebih baik saya tidak. Dewi Lestari membuat cerpen berjudul Firasat, intinya menceritakan orang-orang semacam saya ini. Saya bukan indigo loh ya, saya tidak bisa meramal, saya tidak bisa melihat masa depan, saya tidak bisa membaca sifat orang, saya hanya sering dikirimi 'rasa'.

Banyak hal dalam hidup saya yang melibatkan rasa itu sebagai suatu pembuktian. That's why saya sering lebay, saya terkesan sering menuduh, padahal aslinya saya cuma ngomong apa yang saya rasakan. Kalau omongan saya dijadikan alasan untuk benar-benar merealisasikan apa yang saya khawatirkan, itu sungguh di luar keinginan saya.

Beberapa hari yang lalu, ketika saya akan mendatangi suatu tes kerja, rasa itu datang. Saya sering ikut wawancara dan grogi yang saya rasakan tidak pernah terasa mengganggu seperti ini. FYI, rasa itu ketika datang sangat mengganggu, sangat tidak menyenangkan. Ternyata, apa yang rasa coba katakan pada saya adalah tes yang mungkin hampir tidak mungkin saya lewati tapi berbekal kepedean over dosis yang saya punyai, tes itu terlewati. Apa tesnya? Saya disuruh mengajari orang untuk membaca perbedaan kurs mata uang satu dengan yang lain. Padahal sejujurnya, membacanya dalam bahasa Indonesia saja saya tidak bisa. Kala itu saya HARUS mengajari orang cara membaca kurs dalam Bhs. INggris dan saya terangkan dengan Bahasa Inggris juga dalam waktu ajar 30 menit, the real 30 menit. Sejauh ini belum pernah saya micro teaching dalam waktu yang tidak dipotong.

In short, saya lolos dan yang saya ajar bilang: penjelasan Anda tidak membingungkan dan understandable, pasti Anda diterima. She's right!

Saya dihadapkan pada pilihan Denpasar atau Balikpapan. Atau tidak saa sekali, menurut saya hahahaa...

Kemarin seharian saya diserang rasa, dia memperkosa saya untuk khawatir sepanjang waktu. Saya mainkan tangan saya, berhasil saya tulis 8 halaman tulisan yang sedang menjadi proyek pribadi saya. Biasanya, dala sehari saya hanya bisa tulis 3-4 halaman saja, paling banter 5.

Hari ini akan saya temui yang menjadi jawaban dari rasa yang terus-terusan menyerang saya kemarin. Mungkin saya benar-benar akan ditepatkan di Balikpapan. Semoga saja tidak, semoga yang saya inginkan adalah yang Tuhan kabulkan. Amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar