pukul 19.00 WIB
Jika kau ingat... kau akan tahu kalau malam itu adalah malam terindah untuk semua umat muslim, ya...malam dimana suara2 takbir berkumandang dimana-mana... aku yakin kau hanya bisa tersenyum dan menangis bahagia malam itu...
'malam takbiran' biasanya... aku seharusnya begitu...
tapi kali ini ada yang berbeda, sesuatu telah terjadi dan itu bukanlah sesuatu yang baik atau cukup baik.kurang lebih seperti itulah...
Dan malam itu....
sejak 2 bulan yang lalu aku tidak bisa tersenyum layaknya orang yang bahagia, justru air mata 'bodoh' ini yang selalu keluar, membuat mataku benar2 kering malam ini...
aku tidak bisa berpura2 tersenyum dan menangispun rasanya sudah tidak mungkin lagi, air mataku sudah benar2 kering..
isak tangis lirih ibu diruang tamu membuat aku semakin ngeri. Aku tahu, sebisa mungkin ibu menyembunyikan tangisan itu tapi aku cukup terbiasa dengan semua tangisan dirumah ini...selirih apapun itu aku pasti mendengarnya, dan aku bahkan ngga mampu lagi untuk menenangkannya...aku sendiri tag kuasa menenangkan diri sendiri.
jadi...sejak beberapa bulan yang lalu ayahku sakit paru2 (dia adalah perokok hebat tapi selalu mengajarkan anak2nya untuk tak merokok), dan 3 hari terakhir ini bertambah parah saja, tubuhnya benar2 hanya tersisa tulang...sesekali ayah mengeram kesakitan sampai menangis, dia sudah benar2 berpeluh dengan rasa sakit, aku sudah tidak bisa melakukan apapun...sejak kemarin aku tidak berani melihatnya,
setelah cukup lama aku duduk2 diteras depan,
entah mengapa tiba2 aku sangat ingin menemui ayah dikamarnya.
dan keinginan itu begitu kuat,
dengan langkah pelan aku menuju kekamar ayah.
pintu kamar sedikit terbuka, aku bisa melihat ayahku yang terbujur tak berdaya diranjangnya ditemani kakak, rasanya aku hanya bisa mendekat sedekat itu...
mencoba menahan isak agar ayah dan kakak tag menyadari kehadiranku disana...
"ngesuk bapak tukukna pakean anyar ya" kata ayah tiba2 dengan suara paraunya. kakak yang masih terkejut hanya bisa mengangguk cepat, "sing murahan bae... warnane putih polos" lanjut ayah lagi, kakak hanya bisa diam mendengar kata2 ayah...
ngga biasanya ayah minta dibelikan baju lebaran, dan anehnya lagi... beliau minta baju berwarna putih polos yang murah... astaghfirullah' semoga ini hanya persaanku saja, aku berusaha menghilangkan firasat buruk itu. segera aku menjauh dan kuambil air wudhu kemudian sholat isya...
dan tentu saja, dalam doaku sepenuhnya untuk kesembuhan ayah dan kekuatan ibu dan kami sekeluarga, berharap esok kami berbahagia dalam fitri...
malam ini aku benar2 ngga bisa tidur...
malam paling menegangkan!
selesai sholat id aku langsung menemui ayah dan sungkem dengannya (Alhamdulillah...ayah sempat bersalaman dengan keluarga dan tetangga), kemudian aku membacakan surat yasin 2 kali... kemudian aku kebelakang sebentar... begitu aku kembali...
tepat pukul 08.00 WIB.
'innalillahi wa'innailaihi rajiuun!'
Ayah tertidur, dan benar2 tidur...
Sabtu, 8 januari 2000
(Aku bahagia, karna Ayah tutup usia dengan senyum di Hari yang Fitri)
Bahkan, waktupun menyayangi Ayah, dan membiarkan ayah merasakan Fitri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar